I Left My Heart in Labuan Bajo (2019)



instagram: @harrinihapsari


"Everyone has their own bucket list and there is a satisfaction in checking one off from the list!" - Harrini Hapsari

Yup! Salah satu yang ada di bucket list saya adalah Labuan Bajo.

Awal mula keinginan menginjakkan kaki di kepulauan Flores ini ketika mendengar cerita adik saya yang kesana beberapa tahun silam dengan bff nya. Dia cerita kalau petualangannya mencari Komodo dan tinggal beberapa hari di kapal (yacht) memicu hasrat berpetualang saya. Tapi dia wanti - wanti kalau lebih enak pergi berbarengan dengan teman yang jumlahnya banyakan (pada masanya belum nge-trend open trip) karena biaya sewa kapalnya mahal.  Ya udah, karena saya ga punya temen (sedih), jadi saya urungkan dulu niat ini. Saya pergi dulu ke Maluku (nanti ada ceritanya di Blog ini juga!).

Terus liat berita di twitter yang katanya Taman Nasional Komodo mau ditutup, memicu jiwa takut ketinggalan saya. Saya takut ga bisa liat komodo seumur hidup kalo ditutup. :)

Sampai akhirnya tahun 2019, out of the blue liat feeds di instagram banyak sekali pilihan travel agent yang menawarkan open trip menuju Labuan Bajo dengan harga yang masuk akal! FYI, open trip adalah paket wisata yang memungkinkan anda berbagi tempat dengan orang lain. Saya bilang ke mama, yuk liat Komodo. Kebetulan juga mama pengen banget ke Labuan Bajo dengan motif yang sama abis liat berita penutupan Taman Nasional Komodo.

Tapi sebentar kita main dulu sehari di Pulau Dewata!


BALI

Dari Palembang naik pesawat ke Bali. Bisa direct ataupun transit dulu di Jakarta. Batik Air dengan harga one trip approx. Rp 1.998.000). Sampai Bali masih sempet main - main ke Thirta Empul. Udah lima kali ke Bali dan baru ini ke Istana Tampak Siring dan Thirta Empul buat cuci muka. Saya memilih nginep dulu semalem di Bali baru besok siangnya terbang ke Labuan Bajo dengan NAM Air (harga one trip approx. Rp. 700.000). 


Lanjut ke Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Labuan Bajo!

LABUAN BAJO


Sampai di Labuan Bajo udah sore tapi masih dapet sunset di Pantai di belakang Luwansa Hotel. Warna langit senja di Indonesia bagian Timur sangatlah indah dan membuat hati bergetar.


Malemnya kita sempetin makan seafood di Kampung Ujung. Dengan aneka ragam pilihan makanan laut (dari lobster gede sampai ikan warna warni yang ga tega kalo dimakan) yang ga bakal kalian temukan di Palembang!


Besoknya kita siap - siap untuk 3 Days 2 Nights Boat Trip di Labuan Bajo. Saya pilih travel Anjani Trip karena pengen ikut - ikutan Ayu Tingtong. Canda kwkwpremium! saya pilih travel ini karena liat review di trip advisory dan comment instagramnya yang kebanyakan positifn.  Yang lain banyak kok, ada juga Komodo Trip dll. Di Anjani trip ini banyak pilihan paketnya dari yang paling ekonomis sampai yang luxury. Awalnya saya dan mama maunya pilih yang ekonomis, tapi liat kapal, kamar, dan kamar mandinya sharing dengan banyak peserta, kita pilih saja yang setingkat diatas ekonomis wakaka! 

Per orang per pax dikenakan biaya Rp. 3.300.000,- (belum termasuk tiket masuk komodo (Rp. 150.000,- dan tiket snorkelling Rp. 50.000,-). Tripnya selama 3 hari 2 malam dengan kapal Phinisi, kapal khasnya orang Bugis. Untuk rincian itinerary perjalanannya dapat dilihat disini:


Day 1

10.00-11.00 Berkumpul di meeting point
11.00-11.30 Start trip dari Labuan Bajo menuju Pulau Kelor
11.30-12.30 Trekking Pulau Kelor, berfoto dan kembali ke kapal

12.30-14.00 Menuju ke Pulau Rinca

14.00-16.00 Sampai di Pulau Rinca , melihat komodo setelah puas melihat komodo dan berfoto2 kita kembali ke kapal
16.00-18.00 Menuju Kalong Island melihat Flying Fox

Day 2
05.00-07.00 Pagi hari kapal menuju Pulau Padar 

07.00-09.30,  trekking Pulau Padar

09.30-10.30 Menuju Long Beach (Pink Beach)

10.30-12.00 Setelah sampai di long beach Take video dan bermain di pantai dan snorkeling

12.00-13.30 Menuju Taka Makassar & Manta Point

13.30-14.00 Setelah sampai di Taka Makassar
14.00-16.00 Perjalanan di lanjutkan ke Manta point for snorkeling (Snorkeling with Manta Fish) setelah puas bermain air perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Siaba
16.00-17.00 Menuju ke Pulau Siaba untuk Snorkeling
17.00-16.00 Sebayur enjoy sunset

Day 3
05.00-07.00 Menuju Pulau Kanawa untuk Snorkelling

07.00-09.00 Snorkeling di Kanawa

10.00-11.30 Foto2 dan berkeliling pulau Kanawa setelah itu kembali ke labuan bajo.

11.30-13.00 Kembali ke labuan bajo



My first time literally living on boat! 
Walau pas sudah pulang goyang-goyang berasa masih di kapal!


DAY 1



Ok, singkatnya kita dijemput guide nya yang orang Sumatra di pelabuhan Labuan Bajo, dibawa menuju kapal Phinisi dengan 4 anak buah kapal yang ramah dan baik banget. Bagi - bagi kamar dan briefing sebentar. Oh iya, om dan tante ikut juga di trip ini, jadi kita digabungkan ber-4 disatu kamar dengan satu kamar mandi private di dalam. Walau posisi kamar agak kebelakang dan deket mesin genset (yang mana kalo dibuka jendela asapnya masuk). Tapi ga masalah sih bagi saya yang kebanyakan menghabiskan waktu di dek kapal.


(1) Dek samping menuju kamar    (2) Tempat tidur saya selama 3 hari 2 malam   (3) Anjungan depan

Dikarenakan dua peserta telat datang dari Bali, maka kita berangkatnya molor dua jam, sehingga ke Pulau Kelor diubah menjadi hari terakhir, dan itu merupakan keputusan yang sangat tepat. So our first destination is to visit the Komodo Dragons in Rinca Island!


Tenang guys, ada ranger dengan tongkat cabang duanya yang selalu ngejagain rombongan kita apabila Si Komo mulai agresif. Tapi sumpah masih takut banget deket - deket! mana abis diceritain tentang turis Singapura yang digigit Komodo dua tahun lalu sama guide nya. Eh terus juga ga lama ada komodo remaja yang lari kencang banget disebalah kita. Kita bisa dibilang beruntung banget karena Komodo nya lagi banyak yang wara wiri dan ga perlu susah nyarinya. Biasanya engga gini...

Selepas bersua dengan Si Komo yang bikin macet, kita menuju Kalong Island. Yup! ngeliat Kalong  aka Kelelawar pindah dari satu pulau ke pulau lain. And the view was totally magnificent!




DAY 2




Permisi! Selamat pagi! dibangunin sama guide nya yang tereak - tereak di depan kamar. Wah masih gelep ini ngapain bangunin kita. Rupanya diajak buat trekking liat sunrise di Pulau Padar. Wuidih waktu baru sampe liat jalurnya tinggi dan jauh banget walau udah bertangga. Yang ada dipikiran sanggupkah saya?

Dengan perlahan, lemah lembut dan gemulai, sampailah kita di puncak tertinggi di Pulau Padar tempat spot foto hits. Penuh perjuangan naiknya tapi pemandangan yang dilihat diatas benar - benar menakjubkan. 


Reminder aja sih, trip ini menguras fisik banget, jadi pikir matang-matang kalau mau ngajak anak kecil atau lansia. Kasian merekanya kalo ga sanggup ikut trekking atau snorkeling tinggal terombang-ambing di atas kapal aja gitu.

Habis kecapekan naik naik bukit di Pulau Padar, kita kembali ke kapal untuk ganti baju renang karena mau main air di Pink Beach (Long Beach). Iya namanya pink karena pasirnya beneran warna pink. Penjelasan ilmiahnya karena coral yang warnanya merah, dan kalian tau sendiri bahan pembentuk pasir di pantai itu apa. Disini kita berenang karena pantainya cantik banget, airnya bersih sekali.



Puas jemur-jemur dipantai seperti bule, kita lanjut ke Taka Makassar. Pas kita datang pas banget pasirnya lagi timbul. Disini saya memutuskan untuk lari - lari cantik aja~




Lanjut yuk ah ke Manta Point, mau liat ikan Pari berenang. Disini kita bener - bener beruntung karena banyak banget Manta nya, dan guidenya juga bilang biasanya ga sebanyak ini. Saya terkesan udah disambut meriah oleh para Manta. Manta ya bukan mantan!


Seneng banget abis liat mantan eh manta, kita lanjut ke Siaba mau nyari penyu. Penyu agak susak, dan beruntung lagi kita ketemu!

Hari ini sunsetnya di Sebayur. Disuguhi alam dengan warna lembayung senja yang begitu merona, tak henti-hentinya diri ini bersyukur masih diberi kesempatan menikmati indahnya ciptaan yang Kuasa.

Deep conversation with mom beneath the orange sunset sky



DAY 3


Bangun sebelum matahari terbit untuk melihat sekali lagi keindahan alam sebelum pulang ke Palembang yang asepan! Belum mandi muka lusuh ambil kamera lensa teropong duduk di dek atas sambil cekrek cekrek hasilnya ini.


Siap - siap dengan baju renang dan alat snorkel yang udah on point, kita menuju Kanawa Island. Disini kita snorkeling sepuasnya sampai siang, hampir tenggelamnya saya di Laut Maluku tidak membuat snorkeling saya pandang menjadi suatu hal yang menakutkan. 


Lagi meeting sama ikan di bawah laut

Selepas snorkeling kita menuju satu destinasi terakhir yang terlewatkan di hari pertama. Kelor Island!
trekking lagi disini, tapi dengan medan yang lebih curam dan kagak ada tangga tjuy! Diriku yang takut ketinggian ini tetap memaksa untuk trekking. Karena prinsip saya, takut itu dilawan jangan diturutin, nanti yang ada kita kalah dengan rasa takut kita sendiri!

Akhirnya sampai dong diatas dengan perjuangan yang cukup buat jantung digidiw digidiw kalo liat kebawah! Curam banget ya lord!

Siap naik Gunung Dempo!

Eventually, it's time to say goodbye to the breathtaking Labuan Bajo!

Pamit - pamitan sama guidenya dan sama anak buah kapal. Sepanjang perjalanan kita banyak cerita bareng tentang pengalaman mereka selama di laut. Mereka ramah banget dan sudah seperti sahabat walau kenal hanya dalam hitungan hari. Dadah - dadah cantik sembari naik boat kembali ke Labuan Bajo, sambil sedih karena pisah sama teman - teman. Penerbangan kembali lagi ke Bali sore harinya. Sampai Bali nginep dulu semalam karena penerbangan direct ke Palembang ada besok paginya.

Untuk biaya saya siapkan maksimal Rp. 10.000.000,- include konsumsi, transportasi dan akomodasi selama di Bali dan Labuan Bajo beserta oleh - oleh (suatu hal yang tidak boleh dilupakan). Tapi tentu saja itu bisa kalian cut sesuai kebutuhan dan kemampuan masing - masing. Saya hanya berbagi pengalaman saja disini.

Sekian cerita trip di Labuan Bajo! semoga bermanfaat.

Comments